Peningkatan Jumlah Saksi yang Mengajukan Perlindungan dalam Kasus Pembunuhan di Cirebon

laguin.net

laguin.net – Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Sri Suparyati, mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan jumlah saksi yang mengajukan permintaan perlindungan berkaitan dengan kasus pembunuhan yang melibatkan Vina dan Rizky alias Eky di Cirebon. Saat ini, jumlah saksi yang telah mengajukan permintaan naik menjadi empat orang.

“Dari awalnya hanya seorang, kini sudah ada empat orang yang mengajukan permintaan perlindungan. Namun, semua pengajuan masih dalam proses penelaahan, dan belum ada keputusan final karena assessment psikologis masih berjalan,” terang Sri dalam sebuah wawancara di Bandung pada tanggal 8 Juni 2024.

Menurut Sri, meskipun bukti-bukti formal sudah tersedia, proses penilaian psikologis membutuhkan waktu lebih panjang, yang menjadi bagian penting dari proses penelaahan permintaan perlindungan.

Ketika ditanya mengenai adanya kesulitan dalam proses penelaahan, Sri menyatakan bahwa tidak terdapat hambatan yang signifikan, namun memang memerlukan waktu untuk menyelesaikan assessment psikologis yang diperlukan.

Lebih lanjut, Sri menambahkan bahwa setiap individu, termasuk tersangka yang telah dibebaskan, memiliki hak untuk mengajukan perlindungan. “Semua orang berhak mengajukan perlindungan, namun harus sesuai dengan standar dan prosedur yang telah ditetapkan oleh LPSK, khususnya bila yang mengajukan adalah pelaku utama dalam kasus tersebut,” pungkasnya.

Kematian Tragis Mahasiswi di Malang: Cucu Pemilik Kos Tertuduh Sebagai Pelaku

laguin.net

laguin.net – Setelah berbulan-bulan dalam misteri, akhirnya rahasia dibalik kematian Diah Agustin Lestariningsih (17), seorang mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM), di kamar kosnya di Jalan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Desember 2022, terungkap. Diah diduga dibunuh oleh Hisyam Akbar Pahlevi alias Zombi (19), cucu pemilik kos.

Hisyam, yang pada saat kejadian masih berusia 17 tahun 9 bulan, akhirnya ditangkap oleh Satreskrim Polresta Malang Kota pada Kamis (9/5/2024). Kasus ini terungkap berkat penemuan penting oleh penyidik yang mendapatkan keterangan saksi yang mengenali pelaku dalam rekaman CCTV.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, menjelaskan bahwa terungkapnya kasus ini dimulai dari keterangan saksi baru yang mengenali seseorang dalam rekaman CCTV sebagai pelaku berinisial HA, yang ternyata cucu pemilik kos.

Polisi memperoleh alat bukti berupa tangkapan layar dari CCTV yang memperlihatkan seorang pemuda mengenakan pakaian berwarna hitam berjalan di dekat lokasi kejadian. Ini menjadi petunjuk awal bagi polisi untuk mengungkap identitas pelaku.

Ciri-ciri terduga pelaku akhirnya diketahui oleh warga sekitar, yang kemudian menyebutkan bahwa lelaki dalam rekaman CCTV tersebut adalah pelaku.

Selama hampir dua tahun, Hisyam tetap berada di lokasi tanpa mencoba melarikan diri atau menghilangkan jejak. Namun, akhirnya perbuatan keji yang diduganya dilakukan terungkap pekan lalu.

Selain diduga terlibat dalam pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian mahasiswi asal Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Hisyam juga diindikasikan terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Pelaku dihadapkan pada tuduhan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun.

Korban pertama kali ditemukan oleh temannya sekitar pukul 13.00 WIB. Pemilik kos, Sri Surnardi, menyatakan bahwa dia tidak mengetahui detail kejadian penemuan tersebut.

Ayah di Tulungagung Diduga Melakukan Kekejaman Terhadap Anak Balitanya

laguin.net

laguin.net – Seorang ayah di Tulungagung diduga telah melakukan tindak kekejaman yang tragis, yang mengakibatkan kematian anak balitanya yang masih berusia tiga tahun. Pelaku, dikenal sebagai RAP (29), adalah seorang warga dari Desa Blimbing, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. Saat ini, dia telah ditahan oleh pihak kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut.

Pada saat penahanan, pelaku terlihat mengenakan kaus putih dan celana pendek, dan dia tidak menunjukkan perlawanan. Kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, dengan polisi menerima informasi awal dari perangkat desa tentang dugaan pembunuhan. Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto, menyatakan bahwa polisi segera melakukan tindaklanjut atas informasi tersebut.

Peristiwa mengerikan ini dimulai saat korban, yang bernama MAK (3), berada di bawah asuhan pelaku di dalam rumah, sedangkan ibu korban sedang tidak berada di lokasi. Pelaku secara tiba-tiba mencekik korban di atas sofa ruang keluarga dan bahkan menindih korban dengan posisi tengkurap. Ada juga laporan yang menyebutkan bahwa korban sempat dibekap dengan bantal, meskipun detail ini masih dalam proses pemeriksaan.

Setelah mengalami kekejaman, korban sempat menangis dan selanjutnya dibawa ke kamar oleh pelaku. Aksi brutal tersebut akhirnya terungkap oleh ibu korban saat pelaku memintanya untuk mengambilkan pisau.

Penyelidikan Pembunuhan di Pulau Pari: Korban Diduga Terlibat ‘Open BO’

laguin.net

laguin.net – Polda Metro Jaya mulai mengungkap kasus misterius terkait penemuan mayat seorang wanita di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Korban yang dikenali dengan inisial R (35) diduga kuat telah menjadi korban pembunuhan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengonfirmasi dugaan pembunuhan tersebut pada Kamis (18/4/2024), namun belum menyediakan detail kronologi atau mengenai identitas pelaku.

Bukti Kekerasan pada Tubuh Korban

AKBP Rovan Richard Mahenu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menemukan adanya bukti kekerasan pada tubuh korban. Meskipun belum ada keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana kekerasan itu terjadi, temuan ini memberikan arah baru dalam penyelidikan kasus pembunuhan.

Identifikasi Korban dan Pekerjaan Sensitif

Kombes Wira Satya Triputra dari Dirkrimum Polda Metro Jaya menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi korban sebagai R (35) yang berasal dari Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat. Selain itu, informasi tambahan mengenai pekerjaan korban terungkap; R diketahui bekerja dalam kapasitas ‘open BO’, sebuah istilah yang mengacu pada layanan kencan terbuka.

Penangkapan Terkait Kasus dan Peran Korban

Penyelidikan lebih lanjut oleh AKBP Rovan Richard Mahenu mengarah pada penahanan tiga individu yang berkaitan dengan korban. Keterangan dari ketiga orang ini mengungkapkan bahwa korban sering diantar oleh pacarnya ke lokasi kerja saat melakukan ‘open BO’. Dua dari individu yang ditahan adalah pacar korban dan yang ketiga adalah seorang pelanggan.

Kronologi Penemuan Mayat

Kasus ini menjadi perhatian umum setelah mayat wanita ditemukan oleh warga di Dermaga Ujung Pulau Pari, Kepulauan Seribu, pada tanggal 13 April. Keadaan mayat tersebut sangat mengenaskan dengan kondisi wajah yang hancur sehingga tidak dapat dikenali. Penyelidikan kasus ini masih berlangsung, dan kepolisian terus bekerja untuk mengungkap siapa pelaku di balik kejahatan ini serta motif di balik pembunuhan tersebut.

Pengungkapan Motif Dendam: Wanita di Kendari Sewa Pembunuh Bayaran untuk Mertua

laguin.net

laguin.net – Seorang wanita berusia 25 tahun, dikenal dengan inisial ND, telah menunjukkan perilaku yang menipu publik dengan berpura-pura menangis histeris atas kematian ibu mertuanya, MI, yang berusia 52 tahun, di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kepolisian, melalui investigasi yang teliti, berhasil mengungkap bahwa ND bukan sekadar berduka, namun adalah otak di balik pembunuhan tersebut.

Insiden di Rumah Sakit dan Reaksi Suami

Kejadian ini menjadi perhatian ketika sebuah video ND di rumah sakit beredar luas. Dalam video tersebut, ND nampak duduk di sebuah kursi, menangis dengan amat sangat saat mendengar kabar duka. Suaminya, yang juga hadir, terlihat begitu terpukul hingga jatuh ke lantai dalam keadaan menangis. Di sela tangisan, ND terlihat menyeka air matanya, sementara seorang petugas keamanan terlihat berjaga di dekatnya.

Motivasi Pembunuhan: Sakit Hati dan Dendam

Motivasi di balik tindakan ND yang menghebohkan ini adalah perasaan sakit hati dan dendam yang mendalam terhadap korban. ND merasa tidak diterima sebagai bagian dari keluarga setelah menikah dengan anak korban. Dalam pengakuannya di Mapolresta Kendari, ND menyatakan bahwa perasaan dendamnya telah berlangsung sejak hari pernikahannya hingga ke titik kejadian tragis ini.

Tuduhan yang Mengarah pada Pembunuhan

ND juga menyebutkan bahwa dia telah difitnah sebagai penghalang bagi suaminya untuk memberi nafkah kepada mertua dan keluarganya. Lebih lanjut, ia dituduh melarang suaminya untuk memberikan dukungan finansial kepada korban. Rasa sakit hati yang ditanggungnya tersebut telah mendorong ND untuk mengambil langkah ekstrem dengan menyewa pembunuh bayaran dalam rangka menghilangkan nyawa mertuanya.

Fatalitas di Arosbaya: Carok Membawa Petaka dalam Pertikaian Keluarga

laguin.net

laguin.net – Komunitas di Dusun Lebak, Desa/Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, dikejutkan oleh peristiwa berdarah yang merenggut nyawa seorang warga. Seorang pria berusia lanjut tewas oleh tangan keponakannya sendiri dalam sebuah peristiwa carok yang didahului oleh perdebatan antara keduanya.

Rilis Kepolisian

AKBP Febri Isman Jaya, Kapolres Bangkalan, menginformasikan kepada umum bahwa kedua pihak yang terlibat dalam peristiwa ini adalah penduduk lokal dan memiliki hubungan kekeluargaan. “Insiden ini terjadi pada malam hari, tepatnya sekitar jam 19.00 WIB,” ujar AKBP Febri.

Dinamika dan Eskalasi Konflik

Dalam penjelasannya, AKBP Febri mengungkapkan bahwa konflik bermula dari pertengkaran yang berujung pada tindakan penganiayaan. Pelaku, yang merupakan keponakan dari korban, dilaporkan telah menggunakan senjata tajam dalam aksi tersebut.

Proses Investigatif dan Kondisi Terkini

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk menentukan motif dibalik aksi penganiayaan. Sementara itu, pelaku yang mengalami luka dalam insiden tersebut saat ini mendapatkan perawatan medis di RSUD Syamrabu, Bangkalan. Korban, yang telah menghembuskan napas terakhir, sedang menjalani prosedur autopsi untuk keperluan investigasi.

Kasus pembunuhan yang terjadi di Arosbaya merupakan sebuah tragedi yang mengingatkan akan bahaya konflik keluarga yang tidak ditangani dengan bijaksana. Saat ini, otoritas setempat tengah mengupayakan pemberian keadilan terhadap korban sambil menunggu hasil penuh dari penyelidikan yang berlangsung.

Pembunuhan Misterius di Sampang: Asmara Jadi Pemicu

laguin.net

laguin.net – Kepolisian Resor Sampang telah memperoleh pemahaman mengenai motif di balik kematian seorang pria yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Dusun Tarogan, Desa Jelgung, Kecamatan Robatal. Berdasarkan informasi dari terduga pelaku yang berhasil diamankan, diketahui bahwa peristiwa pembunuhan itu dipicu oleh masalah asmara.

Detail Motif Pembunuhan dan Penangkapan Pelaku

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sampang, AKP Sigit Nursiyo, menyatakan bahwa motif asmara telah teridentifikasi sebagai pendorong aksi kekerasan ini. “Tersangka mengindikasikan motif asmara sebagai latar belakang pembunuhan, namun kami masih memperdalam penyelidikan,” ungkap Sigit kepada detikJatim pada hari Selasa.

Ditambahkan oleh Sigit, saat ini identitas pelaku yang telah diamankan adalah seorang pria dengan inisial M. Belum ada rincian lebih lanjut yang diungkap mengenai dinamika asmara yang melatarbelakangi tindakan pelaku.

Kronologi Penemuan Korban

Sebelumnya, warga setempat dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang tergeletak tak bernyawa dengan luka-luka yang mengeluarkan darah. Kejadian ini terjadi di Dusun Tarogan, Desa Jelgung. Korban, yang diketahui berinisial IA dari Banyusokah, Ketapang, Sampang, dinyatakan tewas setelah mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Robatal, AKP Siswanto, menyampaikan bahwa korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 16.00 WIB. Dari informasi yang didapatkan, IA diduga menjadi sasaran pembunuhan yang direncanakan, terbukti dari keterangan saksi yang telah diperoleh.

Kejadian yang Menyebabkan Kematian Korban

Siswanto melanjutkan, korban sempat mencoba melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy saat dikejar oleh terduga pelaku, yang mengendarai mobil Toyota Avanza berwarna putih. Namun, upaya melarikan diri IA gagal dan ia diserang dengan senjata tajam oleh pelaku. Setelah melakukan penyerangan, pelaku meninggalkan IA dalam keadaan sekarat.

Insiden mengenaskan di Sampang ini sedang dalam penyelidikan oleh aparat kepolisian, dengan satu orang tersangka telah diamankan. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mendalami motif asmara yang diungkapkan oleh pelaku serta untuk mengungkap keberadaan dan peran pelaku lain yang terlibat dalam kejadian ini.